Tampilkan postingan dengan label nasehat pencerahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat pencerahan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 April 2010

KESAKSIAN IBLIS

SECRETS : KESAKSIAN IBLIS

Dari
Muadz bin Jabal dari Ibnu Abbas:

Ketika
kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba -
tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: "Wahai penghuni rumah,
bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku. " Rasulullah
bersabda: "Tahukah kalian siapa yang memanggil?"
Kami
menjawab: "Allah dan rasulNya yang lebih tahu". Beliau melanjutkan,
"itu iblis, laknat Allah bersamanya". Umar
bin Khattab berkata: "izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah".

Nabi
menahannya: " Sabar wahai Umar ,
bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih
baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah
apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."

Ibnu
Abbas RA berkata : pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang
cacat satu matanya.. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda,
taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis
berkata: "Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin",
Rasulullah SAW lalu menjawab: "Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk
terlaknat, apa keperluanmu? "

Iblis
menjawab: "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun
karena terpaksa".
"Siapa
yang memaksamu? "

"Seorang
malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk
mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu
dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi
kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan
dirimu debu yang ditiup angin".

"Oleh
karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan.
jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun
yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh".

Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah
SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia
yang paling kau benci?" Iblis segera menjawab: "Kamu, kamu dan orang
sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."

"Siapa
selanjutnya? " tanya Rasulullah.
"Pemuda
yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."

"Lalu
siapa lagi?"
"Orang
Alim dan wara' (Loyal)"

"Lalu
siapa lagi?"
"Orang yang selalu bersuci.."

"Siapa lagi?"
"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan
kesulitannnya kepada orang lain."

"Apa tanda kesabarannya? "
" Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya
kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang - orang yang
sabar".

"Selanjutnya apa?"
"Orang kaya yang bersyukur"

"Apa tanda kesyukurannya ?"
"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya
juga dari tempatnya ."

"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"
"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam
Islam."

"Umar bin Khattab?"
"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. "

"Usman bin Affan?"
"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya
.""Ali bin Abi Thalib?"
" Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia
melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu."
(Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang
hendak shalat?"
"Aku merasa panas dingin dan gemetar. "
"Kenapa?"
"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah
mengangkatnya 1 derajat."

"Jika seorang umatku berpuasa?"
"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka ."

"Jika ia berhaji?"
"Aku seperti orang gila. "

"Jika ia membaca al-Quran?"
"Aku merasa meleleh laksana timah diatas api."

"Jika ia bersedekah?"
"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan
gergaji."

"Mengapa bisa begitu? "
"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya.. yaitu
keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi
hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau
dari dirinya."

"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"
"Suara kuda perang di jalan Allah."

"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?"
"Taubat orang yang bertaubat."

"Apa yang dapat membakar hatimu?"
"Istighfar di waktu siang dan malam."

"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"
"Sedekah yang diam - diam. "

"Apa yang dapat menusuk matamu?"
"Shalat fajar."
"Apa yang dapat memukul kepalamu? "
"Shalat berjamaah ."

"Apa yang paling mengganggumu? "
"Majelis para ulama."

"Bagaimana cara makanmu?"
"Dengan tangan kiri dan jariku."

"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?"
"Di bawah kuku manusia."


Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : "Siapa temanmu wahai Iblis?"
"Pemakan riba."

"Siapa sahabatmu?"
"Pezina."

"Siapa teman tidurmu?"
"Pemabuk."

"Siapa tamumu? "
"Pencuri."

"Siapa utusanmu?"
"Tukang sihir."

"Apa yang membuatmu gembira?"
"Bersumpah dengan cerai."

"Siapa kekasihmu? "
"Orang yang meninggalkan shalat jumaat."

"Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? "
"Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja."

Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : "Segala puji bagi Allah yang
telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu. . "
Iblis segera menimpali: " tidak, tidak. Tak akan ada
kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia
dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka
tak bisa melihatku.

Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga
hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang
pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh,
kecuali hamba Allah yang ikhlas."
"Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?"

"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang
menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang
yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa
pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang
hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan
kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."

Iblis Dibantu oleh 70.000 anak - anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap
anak memiliki 70..000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu
ulama. Sebagian untuk menggangu anak - anak muda, sebagian untuk menganggu
orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta - wanita tua, sebagian
anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia
tidur pada shalat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu
shalat berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang
sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya
terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia
beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan
duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang
memandanginya.

Syaithan juga berkata,"keluarkan tanganmu", lalu ia
mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak -
anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari
satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas
dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak
merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat
kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh
seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur..


Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta..

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta,
ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku
benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan
Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di
pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa
membiasakan dengan kata - kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian
ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak - anak zina dan ia
masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap
ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu
masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu,
maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku
bisikkan ke telinganya \'lihat kiri dan kananmu\', ia pun menoleh. Pada saat
itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan \'shalatmu
tidak sah\'. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam
shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun shalat
seperti ayam yang mematuk beras.

Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat
lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau
meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan
dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia
menguap dalam shalat.

Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk
ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan
ia pun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedangan aku memerintahkan orang miskin
agar meninggalkan shalat. Aku katakan padanya, "kamu tidak wajib shalat,
shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan
miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat."

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan
shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal
aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?"

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT

"Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?"
"10 macam"

"Apa saja?"
"Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan
anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, "Berbagilah dengan
manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan
kecuali tipuan." (QS Al-Isra
:64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan
dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan
yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang
berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut
bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki
kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar
mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta
agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan
pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka
Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah berfirman, "Orang - orang boros adalah saudara -
saudara syaithan. " (QS Al-Isra : 27)

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat
manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah
memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab,
"silahkan", aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian
besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : "Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan
orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda."

Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.
Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya
rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada
seorang kafir pun di muka bumi ini.. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang
yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak
di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis
sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :"mereka akan terus
berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT " (QS Hud :118 -
119). Juga membaca, " Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS
Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata: " Wahai Rasul Allah takdir telah
ditentukan dan pena takdir telah kering.. Maha Suci Allah yang menjadikanmu
pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah
menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku
si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.

Selasa, 30 Maret 2010

Janganlah Menjadi Orang yang Menyesal

Dalam QS Al-Mulk 10 Alloh SWT berfirman, “Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”.

Ayat di atas menggambarkan penyesalan dari orang-orang yang saat hidup di dunia tidak mendengarkan petunjuk Al-Qur’an dan Hadits. Mereka tidak menggunakan pendengaran, penglihatan dan akal sehat yang telah dikaruniakan Alloh SWT untuk menggali, memahami dan mengamalkan petunjuk yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Disisi lain, ayat ini juga memberikan peringatan kepada kita yang masih hidup di dunia untuk tidak menyia-nyiakan potensi yang kita miliki baik berupa waktu, kesehatan, panca indera, akal pikiran, dan lain-lain untuk sekuat tenaga memahami dan mengamalkan petunjuk Alloh beserta rosulnya. Jangan biarkan umur kita berlalu begitu saja tanpa dimaknai dengan hakikat hidup yang sesungguhnya sesuai dengan kehendak sang Pencipta. Dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali hendaklah segala niat, pikiran, dan perbuatan kita selaraskan dengan kehendak-Nya.

Salah satu perbuatan yang perlu dilakukan agar kita semakin memahami makna hidup ini adalah dengan mencari ilmu agama (pengajian) yang didasari dengan hati ikhlas dan niat beribadah dan dilakukan dengan konsisten. Mudah-mudahan Alloh SWT memberikan hidayah bagi kita untuk tetap semangat mencari ilmu agama dan bisa mengamalkan ilmunya, sehingga bermanfaat bagi kehidupan diri kita dan orang lain.

Ciri Manusia Terbaik (1)

Sebagai manusia yang hidup di dunia ini, tentunya kita mendambakan nilai yang terbaik di sisi Alloh SWT sebagai bekal menuju kehidupan di akhirat kelak. Merujuk beberapa keterangan dalam Al-Quran dan Hadits, terdapat beberapa ciri manusia terbaik yang bisa menjadi acuan bagi kita.

Pertama, Manusia Terbaik adalah yang Paling Baik Akhlaqnya

Akhlaq berasal dari kata kholaqo yang berarti menciptakan. Jadi akhlaq itu pada dasarnya bisa dibuat / diciptakan, bukan sesuatu yang given dan tidak bisa berubah. Kita bisa melihat kisah hidup Umar bin Khatab untuk memahami perubahan akhlak. Pada zaman jahiliyah akhlaq beliau amatlah buruk, ia membunuh bayi, seorang pegulat hebat, bahkan akan membunuh nabi saat adiknya mau masuk islam. Namun setelah ia masuk islam akhlaqnya berubah luar biasa, ia menjadi seorang yang bisa menerima nasehat walau dari seorang pembantu dan saat ia sedang marah. Begitu juga dengan kisah Abu Bakar, ia seorang yang sering menangis dan lemah lembut. Namun ketika banyak orang murtad zakat setelah nabi wafat, ia menjadi tegas dan keras, bahkan sampai memerangi kaum murtad tersebut.

Satu diantara kunci sukses dakwah nabi, adalah keluhuran akhlaqnya. Hal ini bisa dilihat dalam kisah yang sering kita dengar. Setiap hari nabi selalu melewati seorang yahudi, dan nabi selalu dilempar, dicaci maki dan diludahi. Namun saat orang yahudi itu tidak nampak dikarenakan sakit, nabilah orang pertama yang menengok yahudi tersebut dengan membawa butiran kurma. Karena keluhuran akhlaq nabi, akhirnya orang yahudi tersebut masuk islam.

Begitu juga saat Abu Bakar bertanya kepada Aisyah, “Amal nabi apa yang bisa aku lakukan?, Aisyah menjawab, Nabi selalu berangkat di pagi hari menemuhi seorang yahudi tua buta yang selalu mencaci makinya, nabi membawa roti dan menyuapinya. Lantas Abu bakar meniru amalan nabi itu dan menemui orang yahudi itu. Orang yahudi itu lantas bertanya, Siapakah engkau?, Abu bakar menjawab, Akulah yang setiap hari memberimu roti dan menyuapimu. Orang yahudi itu berkata,”Engkau bukan orangnya, karena orang yang setiap pagi datang itu, sangat lembut saat menyuapiku”. Lantas Abu Bakar berkata, apakah engkau tahu bahwa orang yang datang setiap hari itu adalah Muhamad saw. Mendengar keterangan Abu Bakar itu, orang yahudi tua itu menangis dan akhirnya masuk islam.

Salah seorang penyair mesir, Syauqi Bay, berkata: “Suatu bangsa akan maju ketika akhlaq bangsa itu baik. Sebaliknya suatu bangsa akan rusak ketika akhlaq bangsa itu rusak”.

Akhlaq nabi sepenuhnya mencerminkan Al-Quran 30 juz, yang semuanya firman alloh dan mutlak kebenarannya. Sehingga Alloh pun memuji akhlaq beliau,” Waiinaka la’ala khulukin adhiim..” Sesungguhnya pada diri Muhammad terdapat akhlaq yang agung”

Kedua, Orang terbaik ialah orang yang panjang umur dan baik amalnya.

Sebagaimana tersirat dalam QS an-Nasr, waktu yang kita miliki setiap hari haruslah diisi dengan amal baik (ibadah), agar semakin banyak bekal yang kita bawa sebelum kembali kepada Alloh SWT. Tugas kita untuk beribadah harus ditafsirkan dalam pengetian yang luas, yakni setiap aktivitas yang berharap ridlo Alloh, baik yang nyata maupun yang bathin. Setiap kita diminta untuk bekerja sesuai keahlian dan kapasitasnya masing-masing, baik di bidang ekonomian, pertanian, pendidikan, dan lain lain. Jadikanlah potensi ini sebagai ibadah sesuai aturan Alloh untuk memakmurkan bumi-Nya.

Sebagaimana Alloh menerangakn dalam QS An-Nahl 97, “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.

Sayyid Qutub menafsirkan ayat ini, bahwa kehidupan yang baik itu tidak hanya harta yang banyak dan melimpah. Namun Alloh juga memberikan dalam bentuk lain misalnya kesehatan, kedamaian rumah tangga, kenikmatan hidup, dan lai lain. Apalah arti banyak harta atau kaya namun penyakit banyak diderita. Lebih tepatnya harta yang kita miliki itu bersifat barokah atau bertambah dan kita merasa cukup dengannya.

Ciri Manusia Terbaik (2)

Ketiga, Manusia terbaik adalah yang seimbang dunia dan akhirat

Sebagaimana Alloh menciptakan alam semesta ini dengan penuh keseimbangan. Kiat dituntut juga menjalani kehidupan yang seimbang antara dunia dan akhirat. Nabi berkata, “Kalian yang terbaik adalah ketika mencari dunia tidak meninggalkan akhirat. Dan ketika mencari akhirat tidak meninggalkan dunianya”.

Kewajiban seorang muslim saat ia bekerja atau bisnis, haruslah tetap melaksanakan kewajiban ibadah dengan terbaik misalnya sholat, zakat, dan lain lain. Alloh berfirman dalam QS Al-Qashas 77, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Sikap kita terhadap dunia adalah menjadikannya di tangan bukan di hati. Dan jadikan dunia sebagai wasilah untuk menggapai kebahagiaan selama-lamanya.

Keempat, Manusia terbaik adalah yang tidak menjadi beban orang lain

Islam negajarkan kita agar mandiri. Meminta-minta dalam pandangan islam amatlah tercela. Nabi berkata, “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah”. Salah satu kewajiban seorang muslim adalah memberi kepada orang lain yaitu zakat dan infaq.

Kelima, Manusia Terbaik adalah yang berlaku baik kepada keluarganya

Nabi berkata, “Dan akulah orang yang paling baik dalam muamalah kepada keluargaku”. Islam sangat mengangkat derajat dan martabat kaum perempuan. Dalam salah satu hadits, nabi berkata, “Surga berada di telapak kaki ibu”. Begitu menghargainya nabi kepada istrinya, beliau selalu memanggil dengan kata mesra yaitu, “Ya Khumairah, wahai yang pipinya kemerah-merahan”. Nabi menciptakan surga dalam rumahnya dengan cara saling menghormati dan mencintai antar keluarga. Jadikanlah keluarga sebagai madrasah / sekolah pertama bagi anak-anak kita, untuk memberikan teladan yang baik kepada anak kita.

Keenam, Manusia terbaik adalah yang punya hutang ia segera membayar

Islam mengajarkan agar kita segera membayar hutang, karena sesungguhnya kita tidak tahu kapan dipanggil Alloh SWT. Nabi berkata, “Jauhilah untuk berhutang, karena dengan berhutang membuat dirimu terganggu dimalam hari, dan hina di siang hari”.

(Dikutip dari Pengajian CLuster San Fransisco Kota Wisata, 11 Juli 2009)

TIPS MENGHILANGKAN KESEDIHAN – KEKECEWAAN – KERESAHAN – KESUSAHAN KARENA TERTIMPA MUSIBAH DAN UJIAN SERTA COBAAN HIDUP

Pelipur Lara Saat Musibah dan Bencana
Penulis: Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc

Yang namanya musibah tentu rasanya tidak mengenakkan. Makanya banyak manusia merasa tidak suka bila hidupnya tiba-tiba menjadi menderita karena musibah. Kehidupan yang selama ini mapan bisa hancur tak bersisa. Tidak sedikit di antara mereka yang mengalami kesedihan berlarut-larut hingga menyebabkan stress. Bagaimana kiat menghadapi musibah secara benar dan bijak?

Dalam menapaki kehidupan dunia yang fana ini, manusia senantiasa dihadapkan pada dua keadaan, bahagia atau sengsara. Perubahan keadaan itu bisa terjadi kapan saja sesuai dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun hanya orang yang beriman yang bisa lurus dalam menyikapi silih bergantinya situasi dan kondisi. Hal ini karena ia meyakini keagungan dan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta tahu akan kelemahan dirinya.

Tidak dipungkiri, musibah dan bencana akan selalu menyisakan kesedihan dan kepedihan. Betapa tidak, sekian orang yang dicinta kini telah tiada. Harta benda musnah tak tersisa. Berbagai agenda dan acara pun harus tertunda. Bahkan segenap pikiran tercurah untuk meratapi diri.

Kondisi yang menyayat ini terkadang menggugah orang yang dalam hatinya ada sifat rahmat dan belas kasih. Sehingga uluran tangan dan bela sungkawa pun mengalir dari berbagai arah. Intinya, meringankan penderitaan orang yang terkena bencana. Nilai kepedulian yang datang dari orang lain jelas memberi arti. Namun yang terpenting adalah bagaimana menghibur hati orang yang menderita itu serta menumbuhkan seribu harapan untuk menatap masa depannya. Hal ini penting, karena bantuan dari manusia bisa terputus, dan orang yang kemarin membantu mungkin saja kini justru perlu dibantu.

Ini ketika mereka membantu dengan tulus dan tidak ada tendensi lain. Maka bagaimana kiranya jika kebanyakan orang yang membantu punya tujuan-tujuan politis atau bahkan para misionaris yang ingin menancapkan cakarnya di tubuh orang-orang yang lemah untuk dimurtadkan?

Maka sudah seharusnya kita umat Islam menjadi orang-orang yang terdepan dalam memberikan bantuan kepada orang-orang yang sedang ditimpa musibah, baik bantuan moril ataupun materil. Kita paparkan di hadapan umat tentang keagungan syariat ini serta keindahannya, dan bahwa Islam ini mampu menjawab problematika zaman. Kita sampaikan hiburan yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasul-Nya serta petuah para salaf umat ini.

—————————————————-

Hakikat Musibah

Musibah adalah perkara yang tidak disukai yang menimpa manusia. Berkata Al-Imam Al-Qurthubi: “Musibah adalah segala apa yang mengganggu seorang mukmin dan yang menimpanya.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an, 2/175)

Macam-macam Musibah

Sungguh musibah beragam bentuknya. Ada yang menimpa jiwa seseorang, tubuhnya, hartanya, keluarganya, dan yang lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 155)

Ath-Thabari berkata: “Ini adalah pemberitaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada para pengikut Rasul-Nya, bahwa Ia akan menguji mereka dengan perkara-perkara yang berat, supaya (nyata) diketahui orang yang mengikuti rasul dan orang yang berpaling.” (Jami’ul Bayan, 2/41)

Pentingnya Istirja’ ketika Musibah

Istirja’ adalah ucapan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهَ رَاجِعُوْنَ

“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ. الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah: 155-157)

Shahabiyah Ummu Salamah menyebutkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيْبُهُ مُصِيْبَةٌ فَيَقُوْلُ مَا أَمَرَهُ اللهُ: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا؛ إِلاَّ أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Tiada seorang muslim yang ditimpa musibah lalu ia mengatakan apa yang diperintahkan Allah (yaitu): ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, wahai Allah, berilah aku pahala pada (musibah) yang menimpaku dan berilah ganti bagiku yang lebih baik darinya’; kecuali Allah memberikan kepadanya yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim no. 918)

Ummu Salamah berkata: “Tatkala Abu Salamah meninggal, aku mengucapkan istirja’ dan mengatakan: ‘Ya Allah, berilah saya pahala pada musibah yang menimpa saya dan berilah ganti bagi saya yang lebih baik darinya.’

Kemudian aku berpikir kiranya siapa orang yang lebih baik bagiku daripada Abu Salamah? Maka tatkala telah selesai masa ‘iddah-ku, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (datang) meminta izin untuk masuk (rumahku) di mana waktu itu aku sedang menyamak kulit… Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melamarku.

Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah selesai dari pembicaraannya, aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, sebenarnya saya mau dilamar tapi saya seorang wanita yang sangat pencemburu. Saya khawatir, anda akan melihat dari saya sesuatu yang nantinya Allah akan mengazab saya karenanya. Saya juga orang yang sudah berumur dan banyak anak.’

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Adapun apa yang engkau sebutkan tentang sifat cemburu, niscaya Allah akan menghilangkannya. Dan apa yang engkau sebutkan tentang umur maka aku juga sama (sudah berumur). Dan yang engkau sebutkan tentang banyaknya anak, maka anakmu adalah tanggunganku.’

Aku berkata: ‘Aku menyerahkan diriku kepada Rasulullah.’ Lalu beliau menikahiku.
Ummu Salamah berkata setelah itu: “Allah telah menggantikan untukku yang lebih baik dari Abu Salamah, yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad)

Ini merupakan bukti dari firman Allah:

وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ

“Dan berilah berita gembira bagi orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 155)

Yaitu adakalanya seseorang diberi ganti oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan yang lebih baik. Seperti yang dialami Ummu Salamah ketika suaminya meninggal. Ketika Ummu Salamah mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan apa yang beliau perintahkan dengan penuh ketaatan, Allah Subhanahu wa Ta’ala ganti dengan yang lebih baik darinya, yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesungguhnya kebaikan adalah apa yang dikatakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya sedangkan kesesatan serta kecelakaan ada pada penyelisihan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.

Tatkala Ummu Salamah tahu bahwa segala kebaikan yang ada di alam ini -baik umum atau khusus- datangnya dari sisi Allah, dan bahwa segala kejelekan yang ada di alam ini yang khusus menimpa hamba dikarenakan menyelisihi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, maka ketika Ummu Salamah mengucapkan kalimat tersebut ia mendapatkan kemuliaan mendampingi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dunia dan akhirat. Terkadang pula dengan kalimat istirja’ tadi seorang hamba mendapatkan kedudukan yang tinggi dan pahala yang besar.

Kalimat ini (إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ) mengandung obat/penghibur dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya bagi orang yang ditimpa musibah. Kalimat ini adalah sesuatu yang paling tepat dalam menghadapi musibah dan lebih bermanfaat bagi hamba untuk di dunia ini dan akhirat kelak. Karena di dalamnya terkandung pengakuan yang tulus bahwa hamba ini, jiwanya, keluarganya, hartanya dan anaknya adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah jadikan itu semua sebagai titipan yang ada pada hamba. Jika Allah mengambilnya maka itu seperti seseorang yang mengambil barang yang dipinjam oleh peminjam.

Kalimat ini juga mengandung pengukuhan bahwa kembalinya hamba hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seseorang pasti akan meninggalkan dunia ini di belakang punggungnya. Ia akan menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat sendirian, sebagaimana awal mulanya. Tiada keluarga dan harta yang bersamanya. Ia akan datang nanti dengan membawa amal kebaikan dan amal kejelekan.

—————————————————-
TIPS BERIKUTNYA

Penghibur Kesedihan

 Sebagian orang menyangka bahwa orang yang ditimpa penyakit atau semisalnya adalah orang yang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta’ala, padahal tidak seperti itu kenyataannya. Karena terkadang seorang diuji dengan penyakit dan musibah padahal ia seorang yang mulia disisi-Nya seperti para nabi, rasul, dan orang shalih. Sebagaimana yang dialami Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika masih di Makkah, saat perang Uhud dan Ahzab serta ketika wafatnya. Musibah juga menimpa Nabi Ayyub, Nabi Yunus, dan nabi yang lainnya ‘alaihimussalam. Itu semua untuk mengangkat kedudukan mereka dan dibesarkannya pahala serta sebagai contoh (kesabaran) bagi orang yang datang setelah mereka.

Terkadang seorang diuji dengan kesenangan -seperti harta yang banyak, istri, anak-anak, dan lainnya- namun tidak sepantasnya untuk dikatakan sebagai orang yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala jika ia tidak melakukan ketaatan kepada-Nya. Orang yang mendapatkan itu semua bisa jadi memang orang yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan bisa jadi orang yang dimurkai-Nya.

Keadaannya berbeda-beda, sedangkan kecintaan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala bukanlah karena kedudukan, anak, harta dan jabatan. Kecintaan di sisi-Nya diraih dengan amal shalih, takwa dan kembali kepada Allah serta melaksanakan hak-hak-Nya. (lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnu Baz, 7/150-151)

Seorang mukmin hendaklah yakin bahwa apa yang ditakdirkan Allah Subhanahu wa Ta’ala niscaya akan menimpanya, tidak meleset sedikit pun. Sedangkan apa yang tidak ditakdirkan oleh-Nya pasti tidak akan menimpanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيْبَةٍ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيْرٌ. لِكَيْ لاَ تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلاَ تَفْرَحُوا بِمَا ءَاتَاكُمْ وَاللهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al-Hadid: 22-23)

—————————————————-
TIPS BERIKUTNYA

 Seseorang yang ditimpa musibah hendaklah melihat apa yang ada dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Niscaya ia akan mendapatkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan sesuatu yang lebih besar dari lenyapnya musibah, bagi orang yang sabar dan ridha. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُوْنَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar: 10)

 Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

“Senantiasa bala` (cobaan) menimpa seorang mukmin dan mukminah pada tubuhnya, harta dan anaknya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak memiliki dosa.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan lainnya, dan dinyatakan hasan shahih oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/565 no. 2399)

 Seorang yang ditimpa musibah hendaklah tahu bahwa di setiap sudut kampung dan kota bahkan setiap rumah, ada orang yang tertimpa musibah. Di antara mereka ada yang terkena musibah sekali dan ada pula yang berkali-kali. Hal itu tidak terputus sampai seluruh anggota keluarga terkena semua. Dengan demikian ia akan merasakan ringannya musibah karena bukan hanya dia yang terkena cobaan.

Jika melihat ke kanan, ia tidak melihat kecuali orang yang terkena musibah. Dan jika melihat ke kiri, ia tidak melihat kecuali orang yang sedih. Bila orang yang terkena musibah tahu bahwa jika dia memerhatikan alam ini tidaklah ia melihat kecuali di tengah-tengah mereka ada yang terkena musibah, baik dengan lenyapnya sesuatu yang dicintai atau tertimpa dengan sesuatu yang tidak mengenakkan. Maka dia akan tahu bahwa kebahagiaan dunia hanyalah seperti mimpi dalam tidur atau bayangan yang lenyap. Jika kesenangan dunia membuat tertawa sedikit, ia akan menjadikan tangis yang banyak. Dan tidaklah suatu rumah dipenuhi keceriaan kecuali suatu saat akan dipenuhi ratap tangis. Muhammad bin Sirin berkata: “Tiada suatu tawa kecuali setelahnya akan datang tangis.”

 Seorang hamba melihat dengan mata hatinya sehingga ia tahu bahwa pahitnya kehidupan dunia itu adalah suatu hal yang manis di akhirat dan manisnya dunia merupakan perkara yang pahit di negeri akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala lah yang membaliknya. Lihatlah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ: يَا ابْنَ آدَمَ، هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيْمٌ قَطُّ؟ فَيَقُوْلُ: لاَ، وَاللهِ يَا رَبِّ. وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ، هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ؟ فَيَقُوْلُ: لاَ، وَاللهِ يَا رَبِّ، مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ وَلاَ رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ

Di hari kiamat nanti akan didatangkan seorang penduduk dunia yang paling mendapatkan nikmat dari penghuni neraka, lalu ia dicelupkan ke dalam neraka sekali celupan, kemudian ditanya: “Wahai anak keturunan Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan? Apakah kamu pernah mendapatkan kenikmatan?” Ia menjawab: “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku.” Dan akan didatangkan seorang yang paling menderita di dunia dari penduduk surga lalu ia dicelupkan ke dalam surga sekali celupan, kemudian ditanya: “Wahai anak keturunan Adam, pernahkah kamu melihat penderitaan? Pernahkah kamu merasakan kesengsaraan?” Ia menjawab: “Tidak demi Allah, wahai Rabbku. Tidak pernah aku mengalami penderitaan dan tidak pernah melihat kesengsaraan.” (HR. Muslim no. 2807)

 Orang yang ditimpa musibah hendaklah meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertawakal kepada-Nya. Hendaklah ia tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama orang-orang yang sabar.

 Hendaklah orang yang ditimpa musibah memantapkan dirinya sehingga tahu bahwa musibah yang datang kepadanya itu datang dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, sesuai dengan keputusan dan takdir-Nya. Hendaknya dia menyadari pula bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah menakdirkan musibah kepadanya untuk membinasakan dan menyiksanya, tetapi Ia mengujinya untuk diuji kesabaran dan keridhaannya serta pengaduannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 Hendaklah diketahui bahwa musibah yang paling besar adalah musibah yang menimpa agama seorang. Seperti seseorang yang dahulu rajin ibadah, namun kini bermalas-malasan, atau orang yang dulunya taat kini meninggalkannya dan suka dengan kemaksiatan. Inilah musibah yang tidak ada keberuntungannya sama sekali.

 Al-Imam Ibnul Jauzi menyebutkan beberapa perkara untuk mengobati musibah sehingga seorang tidak berlarut-larut dalam kesedihan yang bisa membinasakan dan mengabaikan hak dan kewajiban, yaitu:

- Mengetahui bahwa dunia tempat ujian dan petaka serta bahwa musibah suatu hal yang pasti terjadi.

- Memperkirakan adanya orang yang ditimpa musibah lebih besar dan banyak dari musibahnya, serta melihat keadaan orang yang ditimpa musibah seperti musibahnya sehingga ia terhibur karena bukan hanya dia saja yang terkena musibah.

- Meminta ganti yang lebih baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengharap pahala dari kesabarannya.
(Diambil dari kitab Tasliyatu Ahlil Masha`ib karya Al-Imam Muhammad Al-Munbajja Al-Hanbali -dengan ringkas- hal. 13-22)

—————————————————-

Faedah di Balik Musibah

Allah Maha Bijaksana, tiada keputusan dan ketentuan-Nya yang lepas dari hikmah. Tidak terkecuali dengan perkara musibah ini. Kalaulah seandainya tidak ada faedah dari musibah ini kecuali sebagai penghapus dosa di mana itu saja sudah mencukupi, bagaimana kiranya jika di sana ada setumpuk faedah? Subhanallah!

Shahabat Ibnu Mas’ud berkata: “Aku masuk kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau sedang demam, aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau sangat demam.’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Benar, sesungguhnya aku merasakan demam seperti demamnya dua orang di antara kalian.’ Aku berkata: ‘Yang demikian karena engkau mendapat pahala dua kali lipat.’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Benar, memang seperti itu. Tiada seorang muslim pun yang ditimpa sesuatu yang mengganggu, sakit atau selainnya kecuali Allah akan mengampuni dosanya seperti pohon yang merontokkan daunnya’.” (HR. Muslim no. 2571, Kitabul Birri wash Shilah)

Berikut ini beberapa faedah dari musibah:

1. Musibah yang menimpa menunjukkan kepada manusia akan kekuasaan Allah dan lemahnya hamba.

2. Musibah menjadikan hamba menuluskan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena tiada tempat untuk mengadukan petaka kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tiada tempat bersandar agar tersingkapnya petaka kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ

“Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (Al-’Ankabut: 65)

3. Musibah menjadikan seorang kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersimpuh di hadapan-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِذَا مَسَّ اْلإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيْبًا إِلَيْهِ

“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudaratan, dia memohon (pertolongan) kepada Rabbnya dengan kembali kepada-Nya.“ (Az-Zumar: 8)

4. Musibah menjadikan seorang mempunyai sifat penyantun dan pemaaf terhadap orang yang melakukan kesalahan kepadanya.

5. Musibah menyebabkan seorang bersabar atasnya. Dan sabar menyebabkan datangnya kecintaan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta pahala-Nya yang banyak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاللهُ يُحِبُّ الصَّابِرِيْنَ

“Dan Allah cinta orang-arang yang sabar.” (Al-’Imran: 146)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ

“Tidaklah seorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Al-Bukhari no. 781)

6. Bergembira dengan musibah karena besarnya faedah dari musibah ini. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِنْ كَانَ أَحَدُهُمْ لَيَفْرَحُ بِالْبَلاَءِ كَمَا يَفْرَحُ أَحَدُكُمْ بِالرَّخَاءِ

“Dan sungguh salah seorang dari mereka (yakni orang-orang yang shalih) merasakan senang terhadap bala` (musibah) seperti salah seorang kalian suka terhadap kemakmuran.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, 3/318, no. 3266)

7. Musibah akan membersihkan dosa dan kesalahan.

8. Musibah akan menumbuhkan sifat belas kasihan pada diri seseorang terhadap yang ditimpa musibah dan membantu untuk meringankan beban mereka.

9. Mengetahui besarnya nikmat sehat serta mensyukurinya, karena nikmat tidaklah diketahui kadar besarnya kecuali setelah tidak adanya.

10. Di balik dari musibah ada faedah-faedah yang tersembunyi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا

“Mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa`: 19)

Tatkala raja yang bengis hendak merampas Sarah (istri Nabi Ibrahim ‘alaihissalam) dari Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, ternyata di balik musibah itu sang raja akhirnya memberikan seorang pembantu yang bernama Hajar kepada Sarah. Dari Hajar (istri Ibrahim ‘alaihissalam), lahirlah Isma’il, dan di antara keturunan Isma’il adalah penutup para nabi dan rasul yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

11. Musibah dan penderitaan akan menghalangi sifat sombong, angkuh, dan kebengisan. Kalaulah raja Namrud yang kafir itu seorang yang fakir, sakit-sakitan, tuli dan buta, tentulah ia tidak akan membantah Nabi Ibrahim tentang Rabbnya. Namun keangkuhan kekuasaan itulah yang menyebabkan Namrud menentang Ibrahim. Dan seandainya Fir’aun itu fakir dan sakit-sakitan tentu ia tidak akan mengatakan: ‘Sayalah Rabb kalian yang paling tinggi.’

Allah berfirman:

إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَيَطْغَى. أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى

“Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.” (Al-’Alaq: 6-7)

Dan firman-Nya:

وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيْرٍ إِلاَّ قَالَ مُتْرَفُوْهَا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُوْنَ

“Dan kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: ‘Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya’.” (As-Saba: 34)

Sedangkan orang-orang fakir dan lemah mereka banyak yang menjadi wali-wali Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pengikut para Nabi. Karena faedah-faedah yang mulia ini, maka orang yang paling besar cobaannya adalah para nabi, kemudian yang semisal mereka, kemudian yang semisalnya. Mereka dituduh sebagai orang-orang gila, tukang sihir, dan sekian ejekan lainnya. Namun mereka bersabar atas pendustaan dan gangguan orang-orang kafir tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِيْنَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِيْنَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيْرًا

“Kalian sungguh-sungguh akan diuji terhadap harta dan diri kalian, dan juga kalian sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kalian dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak.” (Ali ‘Imran: 186) [Dinukil dari Tafsir Al-Qasimi -dengan ringkas- 1/405-409]

Kewajiban Bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Merendahkan Diri di Hadapan-Nya ketika Datang Musibah
Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmah-Nya yang mendalam menguji hamba-Nya dengan kesenangan dan penderitaan untuk menguji kesabaran dan syukur mereka. Barangsiapa bersabar ketika mendapat musibah dan bersyukur ketika mendapat nikmat serta bersimpuh di hadapan-Nya saat mendapat cobaan, dengan mengadu kepada-Nya akan dosa dan kekurangannya serta memohon rahmat dan ampunan-Nya, sungguh ia telah beruntung dan meraih kesudahan yang baik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang jelek-jelek agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (Al-A’raf: 168)

Dan firman-Nya:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-Ruum: 41)
Yang dimaksud dengan kebaikan di sini adalah nikmat seperti kesuburan, kemakmuran, kesehatan, dimenangkan atas musuh dan semisalnya. Sedangkan yang dimaksud dengan kejelekan adalah musibah seperti penyakit, dikuasai oleh musuh, gempa, angin topan, banjir yang menghancurkan dan semisalnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala uji dengan itu semua agar manusia kembali ke jalan yang benar, segera bertaubat dari dosa dan bergegas menuju ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Karena kekufuran dan maksiat adalah sumber segala bencana di dunia dan di akhirat. Adapun beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menaati Rasul-Nya dan berpegang teguh dengan syariat-Nya adalah sumber kemuliaan dunia dan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk bertaubat kepada-Nya di saat turunnya musibah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُوْنَ. فَلَوْلاَ إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوْبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُوْنَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.” (Al-An’am: 42-43)

Telah shahih riwayat dari Amirul Mukminin Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullahu bahwa beliau menulis surat kepada para gubernurnya ketika terjadi gempa di zamannya. Beliau menyuruh mereka untuk memerintahkan kaum muslimin supaya bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, merendahkan diri di hadapan-Nya, dan beristighfar dari dosa-dosa. (lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnu Baz, 2/126-129)

Wallahu a’lam bish-shawab.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : www.asysyariah.com


“Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga)”. (Abu Hazim Salamah bin Dinar)

RENUNGAN ADZAN...........

RENUNGAN ADZAN...........

Saudaraku…..
Kalau kita mau menghitung-hitung,sudah berapa ribu kali kita mendengar Adzan…Bisa jadi sudah ribuan kali kita mendengarnya...
Lantunan itu...sering kita dengar..... baik diwaktu subuh, siang, sore maupun malam.

Lima kali dalam sehari kita dipanggil ALLAH SWT lewat perantara Para Muadzin yang mengumandangkan Adzan,... dari Surau-surau...dari Musholla-musholla...atau dari Masjid-masjid...

Sebulan jika dirata-rata tiga puluh hari,berarti kita sudah dipanggil ALLAH SWT sebanyak seratus lima puluh kali.

Setahun dua belas bulan,berarti kita dalam satu tahun dipanggil ALLAH SWT kurang lebih seribu delapan ratus kali...Allahu akbar...Subhanallah.....Maha Suci ALLAH....

Pertanyaannya...

Sudah berapa kali kita memenuhi panggilan itu Saudaraku....Sepuluh kali...Seratus kali...Seribu kali...
Atau bahkan kita seringkali mengabaikan panggilan itu...Panggilan ALLAH SWT yang memberi kehidupan kepada kita...Memberikan Nafas kepada kita...Memberikan Rejeki kepada kita...Memberikan Ketenangan, Kebahagiaan dan Kedamaian kepada kita...Memberikan segalanya kenikmatan yang pernah kita rasakan selama hidup di dunia...

Inikah bukti keislaman kita...Yang katanya tunduk patuh kepada perintah-perintah ALLAH...Yang katanya janji setiap hari belasan kali...”Sesungguhnya sholatku,..ibadahku,.. hidupku,.. matiku hanya untuk ALLAH SWT, Rabb semesta alam....”

Munafik Saudaraku...Kita telah menafik kepada diri kita sendiri...Kita seringkali ngigau membaca kalimat itu di waktu sholat...Kita seringkali mabuk membaca kalimat itu di waktu sholat...Mabuk...Mabuk berattt..... dan tak ingat apa-apa lagi sesudahnya..

Karena kenyataannya kita tidak pernah serius dengan bacaan-bacaan itu...

Sadarkah kita Saudaraku...
Adzan hakekatnya adalah panggilah ALLAH SWT kepada Ummat Islam, kepada kita yang mengaku sebagai Ummat Islam. Yang mengaku ALLAHSWT sebagai Tuhan kita....Dan Nabi Muhammad SAW sebagai Uswah kita, sebagai Teladan Terbaik kita semua...

Renungkan sebuah kalam Ilahi yang menghidupkan jiwa, membasahi dada, membangkitkan semangat raga, melembutkan hati-hati yang keras...

Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang...
”Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhan,mereka (disediakan) balasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan-NYA, sekiranya mereka memiliki semua yang ada di bumi dan ditambah sebanyak itu lagi,niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu. Orang-orang itu mendapat hisab (perhitungan) yang buruk dan tempat kediaman mereka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.”(Al Qur’an Ar Ra’d : 18).

Saudaraku...
Dua dunia dengan segala isinya...tidak cukup bagi kita untuk menebus ketidakmampuan kita dalam memenuhi panggilan ALLAH SWT. Lalu dengan harta apa yang kita miliki untuk menebus keingkaran kita selama ini...

Wallaahu a’lam.

Minggu, 28 Maret 2010

TIGA BAHAYA DALAM SATU DIRI

Pertama: jiwa yg cenderung kepada keburukan..
yaitu jiwa yg tidak mendapatkan rahmat Allah,
lebih dekat kepada kemaksiatan dan kejahatan

kedua :hasad atau iri, cahaya hasad atau iri itu sangat nampak,seseorang
bisa jadi korban iri orang lain,karena dibalik iri seseorang terdapat
syaithon yg selalu menyultnya hingga ia melukai orang lain....

ketiga :perdukunan...melakukan kegiatan ini takkan pernah mendapat ridho Allah...


Jumat, 26 Maret 2010

Futur Dalam Kehidupan Rumah Tangga

Bosan dan Futur Dalam Kehidupan Rumah Tangga
Baitul Muslim
Oleh: Musyaffa Ahmad Rohim, Lc

Allah SWT telah mensyari’atkan pernikahan. Dan menjadikan sebagian dari tujuannya adalah pemenuhan berbagai keperluan jiwa, fisik, sosial dan ruhani. Pernikahan adalah sumber penumbuhan kesehatan jiwa dan fisik dan benteng penjaga berbagai penyakit jiwa, penyimpangan perilaku dan akhlaq.

Sebuah kewajaran bila kehidupan berumah tangga telah melewati 5 tahun mengalami masa futur, dapat pula kurang dari itu atau lebih. Tidak mengapa pula terjadi masa-masa bosan yang bersifat temporer dan sepintas lalu. Yang penting jangan berkepanjangan, dan jangan sampai menghancurkan kehidupan berumah tangga.

* Kebosanan Umum: yaitu kebosanan yang terjadi akibat rutinitas kehidupan sehari-hari
* Kebosanan Emosional: yaitu hilangnya rasa cinta kasih di antara suami istri.
* Kebosanan Seksual: Yaitu Menjalankan hubungan seksual seakan-akan merupakan sebuah kewajiban atau tidak ada pembaharuan di dalamnya.

Gejala dan Bahaya

Ada banyak dampak, tanda dan gejala adanya future dalam kehidupan berumah tangga, di antaranya:

1. Pengaduan istri bahwa suaminya tidak perhatian dan berpaling darinya, sering keluar dan begadang di luar rumah, memperlakukannya secara kasar, kering, tanpa penghargaan. Suami juga mengadu bahwa istrinya mengabaikannya dan beralasan karena factor anak, banyak meminta anggaran belanja, tidak berhias di hadapannya, dan pengaduan-pengaduan lainnya.
2. Future dan rutinitas dalam berbagai hubungan suami istri, diantaranya: future dalam hubungan emosional dan seksualitas
3. Antara suami dan istri merasa ada jarak dan barier psikologis, padahal keduanya hidup satu atap
4. Membesar-besarkan berbagai kesalahan, buruk sangka, buruk dalam menafsirkan ucapan dan perbuatan
5. Sering terjadi perbedaan pendapat, dan suara meninggi untuk urusan sepele.
6. GTM (Gerakan Tutup Mulut) di antara suami istri, minim atau tidak ada dialog di antara keduanya sama sekali.
7. Penderitaan pihak wanita lebih banyak, sehingga kita mendapatinya bolak balik ke klinik jiwa yang jarang sekali dimasuki oleh lelaki. Hal ini karena lelaki mempunyai berbagai cara untuk berekspresi dan mencari hiburan. Berbeda dengan perempuan yang tenggelam dalam problem dan deritanya. Hal ini melahirkan berbagai rasa sakit, cemas, mengeluh sakit kepala, sakit perut, tidak ceria, tidak mampu lagi menikmati hal-hal yang biasanya dia nikmati.
8. Demi meringankan rasa bosan atau problem rumah tangga dan seksualitas, sebagian suami atau istri lari ke cara-cara yang menyimpang, semisal narkotika dengan segala bentuknya, atau menjalin hubungan haram, atau suntuk kepada pekerjaan secara berlebihan.
9. Sebagian suami mencari istri kedua, atau ketiga atau keempat. Sebagian lainnya bersabar dan menanggung deritanya. Sebagian istri bersabar dan mencoba mensiasati urusannya. Sebagian lainnya berusaha mencari kompensasi atas kegalauannya dengan membeli berbagai kebutuhan sekunder, atau menyibukkan diri dengan anak, atau melakukan penyimpangan dalam berbagai bentuk dan tingkatannya.
10. Keluarga: suami istri dan anak-anak hidup dalam berbagai perasaan negatif.
11. Bisa berakibat terjadinya berbagai pengkhianatan suami istri
12. Bisa berakibat terjadinya perceraian

Sebab

Sebagaimana futur berakibat pada munculnya gejala atau problem yang lebih besar, future juga terjadi akibat satu atau beberapa problem yang bertumpuk. Di antara sebab-sebab terjadinya future dalam kehidupan rumah tangga adalah:

1. Memasuki kehidupan berumah tangga dengan berbagai prediksi dan obsesi ideal (jauh dari fakta). Bisa jadi suami atau istri tidak merasakan idealismenya, lalu ia hidup dalam kenyataan yang bisa jadi membuatnya kecewa berat, lalu merasa future, lalu meyakini bahwa kehidupan rumah tangganya telah gagal, dan bahwasanya solusinya adalah mengakhiri kehidupan rumah tersebut dengan perceraian.
2. Pengulangan dan rutinitas harian yang membosankan.
3. Masing-masing pihak tidak berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan level kehidupan rumah tangganya ke tingkat yang lebih baik, juga tidak sungguh-sungguh dalam mencari solusi atas setiap problem yang dihadapinya.
4. Kecurigaan dan kecemburuan secara berlebih dari salah satu suami atau istri, dan hal ini menanamkan bibit futur dalam hubungan di antara keduanya.
5. Bisa jadi sebagian penyakit fisik atau jiwa berakibat munculnya futur dengan segala bentuknya, misalnya: depresi, cemas dan schizophrenia atau split personality.
6. Hilangnya cinta kasih diantara suami dan istri dalam tempo yang lama.

Antisipasi dan Solusi

1. Penguatan hubungan dengan Allah SWT. Di antaranya, kebersamaan suami istri dalam berbagai aktivitas; seperti mengkhususkan waktu untuk melakukan wirid harian dalam menghafal Al-Qur’an, membaca istighfar, shalat sunah, bersedekah, umrah dan amal soleh lainnya.
2. Masing-masing pihak suami dan istri hendaklah merasa bertanggung jawab atas terjadinya futur di antara keduanya, karenanya, hendaklah masing-masing berperan dalam meng-’ilaj
3. Pihak istri perannya lebih besar dalam hal ini. Hendaklah ia memperbaharui dan mengembangkan cara memperlakukan suaminya, dalam melakukan sentuhan-sentuhan lembut dalam rumah, khususnya kamar tidur, masakan, penataan ruang dan perabot, menerapkan hobi-hobi baru, melakukan berbagai aktivitas keluarga di dalam rumah, refreshing keluarga, membuat berbagai kejutan, memberi hadiah secara periodik. Semua hal ini hendaklah suami juga melakukannya, sesuai dengan bidangnya.
4. Suami atau istri hendaklah mengambil inisiatif falam dialog dengan pihak lainnya, memunculkan tema untuk didialogkan. Hal ini membantu suami istri untuk melewati jurang yang muncul sebelum menganga lebar.
5. Hendaklah suami istri saling memahami, bagusnya semenjak awal pernikahan. Caranya, masing-masing berterus terang tentang apa yang disukai dan yang tidak disukai. Bersepakat bahwa masing-masing pihak akan berusaha memenuhi keperluan pihak lainnya, baik psikologis maupun fisik, seperti: menghargai, menghormati, saling menerima, khususnya saling menerima fisik, lalu menerjemahkan kesepakatan ini dalam bentuk perilaku dan ucapan … sepanjang kehidupan suami istri yang panjang, dengan seijin Allah.
6. Menghindari rutinitas dalam hubungan keluarga dan seks di antara suami istri
7. Hendaklah masing-masing suami dan istri mempelajari kemahiran berinteraksi dengan orang lain
8. Pengendalian diri saat emosi atau saat terjadi krisis
9. Kehidupan suami istri tidak lain adalah partnership dalam pemikiran, emosi dan fisik, dan semua kesertaan ini menjadikan kehidupan suami istri memiliki cita rasa yang khas yang menjauhkannya dari hantu kebosanan dan futur.

Sumber: http://arb3.maktoob.com/vb/arb223219/

telat menikah tapi bahagia?

Wahai Saudaraku..
Ketika merasa umur terus bertambah.
Tapi kamu belum menikah juga..
Apakah kamu meras...a Gelisah?
Apakah kamu merasa Minder atau Rendah diri?
Apakah kamu merasa Tegang?
Apakah kamu merasa Putus asa?
Apakah hidup kamu menjadi Sedih dan Tidak Bahagia?
Apakah kamu merasa Tidak Ada Harapan lagi untuk menikah..?
T.I.D.A.K
Saudaraku…


Katakan T.I.D.A.K...untuk perasaaan-perasaan yang membuatmu tidak dihargai..
Saudaraku..
HARGAILAH DAN HORMATILAH HIDUPMU..
Siapa lagi yang bisa menghargai dan menghormati hidup kita selain diri kita sendiri..
Hilangkanlah Segala rasa cemas dihati..
Apakah Kegelisahanmu akan mempercepat datangnya tanggal pernikahan?
Apakah Rasa Minder/Rendah dirimu akan mempercepat datangnya calon pasangan.?
Apakah Keteganganmu akan meringankan Duka Penantian?
Apakah Kesedihanmu akan merubah Kenyataan?

Wahai Saudaraku..
YAKINLAH..bahwa suatu saat ketentuan Allah pasti akan terjadi.
Yakinkan dalam hati bahwa Belum Menikahnya kamu saat ini adalah SEMENTARA..
Karena itu tak perlu kamu mengeluh atau menggurutu..
Teruslah berusaha dan maksimalkanlah..
Serahkan semua urusan kepada Allah setelah kamu berusaha..
Agar hati kamu menjadi lapang dan terbebaslah hati dari kesedihan..

“Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin,Setiap urusan mukmin adalah baik baginya,
Hal itu tidak dimiliki oleh siapapun ,kecuali oleh seorang mukmin
Apabila mendapat kesenangan dia bersyukur,& syukur itu baik untuknya,
Apabila mendapat kesulitan dia bersabar & sabar itu baik untuknya”(HR Muslim)

Wahai Saudaraku..
Apakah kamu mengira bahwa kesabaran kamu tidak bernilai disisi Allah?
“Siapa yang membiasakan sabar,maka Allah akan memberikan kesabaran kepadanya,
dan tidaklah seseorang diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih luas melebihi kesabaran “
(Muttafaq alaihi)
Ini adalah pemberian Allah yang Sangat berharga dan Pahala yang besar..
Allah berikan Kesabaran..yang tidak semua manusia diberikan..
Allah berikan Kesabaran..Sesuatu yang Lebih baik dan Lebih Luas dari yang lainnya.


“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar." (Al Qashash:80)

”..kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar” (Huud:11)

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.
(An Nahl:96).

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”( Al Ahzab:35)

Subhanallah..Bersabarlah Saudaraku karena engkau akan mendapat Pahala yang Besar…

Wahai Saudaraku..
Siapa yang mau untuk telat menikah?
Tidak ada yang mau saudaraku..
Semuanya pasti ingin menyegarakan Sunnah Nabi ini..
Semuanya pasti ingin mendapatkan pasangan..
Jadi jikalau ada yang tidak menghormatimu
Atau ada yang merasa belas kasihan kepadamu..atau memprovokasimu..
Maka jangan kau anggap sebagai penghinaan atau berburuk sangka..
Anggap semua adalah Nasehat dan Doa untuk lebih memacu diri..
Biar Allah Yang Maha Tahu Yang Akan Membalas Niat Masing-masing..
Kenyataan yang kamu terima adalah sudah Takdir Allah..
Apakah kamu ingin menggugat Takdir Allah?
Ucapkanlah Istighfar,bila ada dihati kita ada pikiran seperti itu.
Tak ada gunanya kita menjadi marah-marah dan frustasi..
Jika kita ridha atas ketentuan Allah,maka akan mengundang juga keridhoan Allah..
“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya ujian,Apabila Allah mencintai suatu kaum,
maka IA akan memberikan ujian kepada mereka,Siapa yang ridha akan mendapat keridhoan-Nya,dan
siapa yang marah akan mendapat kemurkaan-Nya(HR.Turmudzi)

Wahai Saudaraku..
Berpikirlah Positif..
Allah ingin menguji kamu seberap besar niat kamu ke jenjang pernikahan..
Janganlah karena telat menikah,.kamu menjadi Malas beribadah..
Marilah kita bertaqwa kepada Allah..
‘Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya(Ath Thalaaq:2-3)
Janganlah karena telat menikah kamu malah jadi berbuat menyimpang..
Mengambil jalan yang tidak diridhoi oleh Allah.
Semuanya ada digenggaman Allah Saudaraku..
Mendekatlah diri kepada Allah..
Apabila Allah menghendaki sesuatu,maka terjadilah..

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu
hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia..”(Yasin:82)

Wahai Saudaraku..
Kamu BERHAK UNTUK BAHAGIA.
Walaupun kamu telat menikah..
Maka janganlah kamu merasa minder atau rendah diri..
Sehingga kamu menjadi menutup diri..
Tidak mau berkumpul bersama teman-temanmu yang sudah menikah..
Tidak mau aktif lagi dalam menyeru kebaikan..
Jangan saudaraku..
Bangkitlah..
Dan Yakinkanlah bahwa kita berhak untuk Percaya Diri

Wahai Saudaraku..
Kebahagiaan itu bagaikan udara..
Dia ada dimana-mana..
Cobalah kau temukan melalui hatimu..
Cobalah kau rasakan dengan pikiran jernih..
Dengan Hati yang bersih..dan penuh hikmah..
Dalam setiap langkah yang kamu lakukan
Dalam menjalani hidupmu
Temukan Bahagia itu dengan perlahan..
Dengan Tenang..dan dalam Ketulusan hati kita.
Nanti kau akan temukan kebahagian yang beterbangan didepan dirimu
Tapi terkadang kita mengacuhkannya..

Wahai Saudaraku..
Jadilah Pribadi-Pribadi yang Tangguh..
Telat Menikah bukanlah berarti akhir dari segalanya
Disini kita diuji agar menjadi Pribadi Tangguh menghadapi cobaan
Menjadi Pribadi Berprestasi dan Mandiri..
Dan Mempunyai waktu luang untuk bermanfaat lebih untuk orang lain..
Tegakkan kepalamu dan Tataplah masa depan yang lebih baik..

Jangan pernah berhenti”mengepakkan Sayapmu”Saudaraku..
Tetap Terus berusaha dan Tingkatkan kualitas diri..
Biarkan cobaan itu membuatmu kuat..
Biarkan derasnya terpaan itu membuatmu gesit berkelit..
Biarkan jiwa-jiwa pemenang itu memenuhi hatimu..
Biarkan jiwa-jiwa sabar menjadi penyejuk bagimu..

Ya Allah, jadikanlah kami ridha terhadap ketetapan-Mu.
Dan Berkahilah kami dalam takdir-Mu.hingga kamitidak mempercepat
Sesuatu yang Engkau Tunda dan tidak menunda sesuatu yang Engkau Segerakan..
Ya Allah,Jagalah Hati ini agar tak berpaling dari-Mu.
Dan jiwa yang tak pernah berhenti berharap
Kami memohon kepada Engkau Ya Robb jalan kemudahan untuk semua ini..
Cukuplah Allah Sebaik-baik Pelindung dan Penolong Kita.. Amiiin

Mencoba melihat dari sisi lain tentang telat menikah..Smoga bermanfa’at.
Wallahu a’lam..

nasehat

Akhlak yang paling mulia adalah menyapa mereka yang memutus silaturahim.......... memberi kepada yang kikir terhadapmu................ dan memaafkan mereka yang menyalahimu.................... (HR Ibnu Majah)

Akhlak yang paling mulia adalah menyapa mereka yang memutus silaturahim.......... memberi kepada yang kikir terhadapmu................ dan memaafkan mereka yang menyalahimu.................... (HR Ibnu Majah)